Bantuan BLT Covid-19 Dinas Sosial kota Metro Rp 4,4 Miliar , Diera Pairin Diduga Sarat Penyimpangan Dan Banyak Kejanggalan 

0 62
 

METRO/Mediainformasinetwork.com – Pemkot Metro melalui Dinas Sosial menyalurkan anggaran sebesar Rp.4, 4 miliar bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2020 untuk 3450 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Setiap KPM menerima kucuran dana bantuan langsung tunai (BLT) dampak Covid-19, sebesar Rp1.200.000. Terbagi tahap pertama Rp400.000, dan tahap kedua dan tiga bersamaan yakni sebesar Rp800.000 melalui buku tabungan dan kartu anjungan tunai mandiri (ATM) Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Artinya alokasi tersebut hanya menyedot anggaran sebesar Rp4.140.000.000. Sementara data yang di sajikan Pemkot Metro dalam Laporan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Walikota Metro TA 2020 malah berbanding balik lebih sedikit yakni warga penerima hanya sebanyak 3.000 KPM. Artinya anggaran tersebut hanya terealisasi sebesar Rp.3.6 miliar.

Menanggapi hal tersebut. Kepala Dinas Sosial Kota Metro, Suwandi mengatakan bahwa, dirinya tidak mengetahui secara detail jumlah dan alokasi bantuan tersebut. “Saya tidak hafal ya, untuk data realnya bisa temui Kasi Perlindungan Jaminan Sosial (Angga Red) di kantor,”singkatnya.

Sementra itu, Kasi Linjassos Dinas Sosial Kota Metro, Angga Novian Andika menyebut bahwa data di awal benar anggaran tersebut menyetuh angka Rp. 4,4 miliar. Namun setelah di hitung kembali hanya sekitar Rp. 4,1 miliar. Terkait data LKPJ Walikota Metro yang disajikan hanya 3.000 penerima. Angga menyebut ada kesalahan dalam entri data atau penulisan tim BPKAD.

“Jadi benar data awal 3.450 penerima. Namun, setelah di verifikasi dan validasi data, terjadi tumpang tindih antara bantuan yang lain. Sehingga kita surati mereka agar mengembalikan dana yang sudah di salurkan, termasuk penerima yang sudah meninggal. Artinya jumlah penerima berkurang menjadi 3.138 penerima,”kata dia, Selasa 13 April 2021

Sementara, lanjut Angga dari data yang tumpang tindih atau penerima yang sudah meninggal tidak bisa di ahli wariskan. Sehingga data tercatat sebanyak 312 KPM. “Bantuan yang sudah di salurkan ke KPM sebagian sudah mengembalikan ke kantor Dinsos, mekipun jumlahnya tidak full semua, kemudian kita kembalikan ke Kasda. Untuk real lebih jelas bisa konfirmasi ke BPKAD,” katanya.

Data Dinas Sosial dan yang di sajikan LKPJ Walikota Metro TA 2020 tidak singkron, dan mengarah pada menguap yang di tafsir mencapai rausan juta rupiah. Dalam situs resmi website Pemerintah Kota (Pemkot) Metro disebutkan menyalurkan bantuan kepada 3.450 kepala keluarga (KK) yang terdampak COVID-19 di kota setempat.

Bantuan ini dibagikan melalui Bank BRI.   “Ini bantuan yang dari APBD Kota Metro yang kita anggarkan Rp.4,4 miliar. Total yang menerima bantuan ini sebanyak 3.450 KK,” kata Wali Kota Metro, Achmad Pairin usai membagikan bantuan tersebut, Jumat 15 Mei 2020.

Dikatakanya, setiap KK yang mendapat bantuan ini menerima uang sebesar Rp.400.000 perbulan dan akan dibagikan selama tiga bulan.  “Masyarakat bisa langsung mengambil bantuan ini di Bank BRI, dengan membawa KTP beserta kartu keluarga dengan cara bergiliran agar tidak terlalu ramai,” kata Pairin yang mengimbau masyarakat yang mengambil bantuan tersebut untuk tetap menjaga jarak atau physical distancing.

Sebelumnya, Rabu 22 April 2020, dalam rangka penanggulangan dampak Covid-19, 3000 KK warga Kota Metro yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) akan menerima pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dalam bulan April ini.  Sementara kurang-lebih 4800 KK warga Non-DTKS akan terealisasi pencairannya setelah data mereka di Dinas Sosial (Dinsos) Kota Metro selesai di verifikasi,

Saat ini ada 8000 KK warga miskin Kota Metro yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), 5000 KK diantaranya telah menerima PKH, sisanya sebanyak 3000 KK dan belum menerima PKH akan menerima bantuan sosial (Bansos) dari Kementrian Sosial (Kemensos) pada bulan April ini, bantuan tersebut akan diterima langsung oleh warga bersangkutan sebesar Rp. 600.000 memalui Kantor Pos.

Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Penanganan Fakir Miskin (Linjamsos PFM) Dinas Sosoal Kota Metro Sri Mubarokawati, mewakili Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Metro Suwandi mengatakan, Anggaran yang di gelontorkan dari Kementrian Sosial (APBN) tersebut diperuntukan bagi 5.917 KK warga Kota Metro yang terdampak covid-19.

“Sampai saat ini data warga Kota Metro Non-DTKS yang sudah masuk ke Dinsos kurang-lebih 4800 KK, Setelah kita rekapitulasi, data warga tersebut kita setorkan ke Kemensos agar mereka dapat segera mencairkan dana juga melalui Kantor Pos” ungkap Sri.

Sri menjelaskan, warga yang tergolong Non-DTKS adalah warga yang tidak mendapatkan PKH, Mereka itu pekerja harian seperti ojek online, pedagang, buruh hingga karyawan yang tidak memiliki penghasilan lagi akibat dampak dari virus covid-19. “Karena tidak semua warga Non-DTKS terakomodir di APBN, sisanya akan di cover oleh APBD kota Metro melalui anggaran penanggulangan covid-19 sebesar 4,4 Miliar”, jelas Sri mubarokawati.(Snrl/Red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.