Polisi Jaga Jembatan Way Gebang Teluk Pandan Pesawaran Antisipasi Pungli

0 16

Pesawaran (MIN-SMSI) – Polres Pesawaran melalui Polsek Padang Cermin melakukan pengamanan dan pengaturan di lintasan menuju wisata Pahawang dan sekitarnya setelah mencuatnya Jembatan Way Gebang yang diduga menjadi ajang pungutan liar (pungli).

” Langkah ini dilakukan untuk antisipasi dan menepis terjadinya pungutan liar (pungli) yang sempat mencuat, dan menjadi keluhan pengendara melintasi jembatan waygebang, namun kini diatur langsung oleh petugas Polri,” ujar Kapolsek Padang Cermin, AKP Darwin, SH, Minggu (30/01/2022).

Menurutnya, tim yang diterjunkan itu ada lima (5) personil dari Polri, melibatkan TNI AD, TNI-AL dan Babinsa 0421-05/Padang Cermin, Dishub, Sat Pol PP, dan aparatur Desa setempat, berikut Komandan Pos
Pengamat (Danposmat) Ketapang Lanal Lampung.

” Hal ini agar tidak ada lagi pungutan liar (pungli), jadi mereka (tim gabungan, red) yang mengatur di lintasan jembatan tersebut sampai waktu yang tidak ditentukan,” jelas AKP Darwin.

Untuk itu, sambung AKP Darwin, berharap atas kejadian itu untuk menjadi perhatian serius dan diminta kerjasamanya dari aparatur Desa Gebang, maupun personil yang tergabung dalam pengaturan di lintasan jembatan Way Gebang tersebut.

” Mengingat wilayah ini merupakan daerah wisata yang harus sama-sama menjaga dan ikut peduli, serta ikut berkontribusi terhadap daerahnya, agar wisatawan yang datang merasakan kenyamanan, aman dan sejuk, jadi ini dilakukan untuk antisipasi terjadinya pungli,” tandas AKP Darwin.

Dalam kesempatan itu, PLT Sekda Kabupaten Pesawaran, Syukur berkomitmen tidak ada lagi pungutan liar (pungli) dengan berharap agar koordinator memberikan pemahaman kepada masyarakat yang berjaga harus sopan.

” Petugas yang jaga harus ada bendera tanda STOP, terutama pada malam hari harus dipersiapkan senter penerangan, dan harus ada shift selama 1X 24 jam dengan koordinatornya harus ada, jadi jelas pertanggungjawabannya,” ujar PLT. Sekdakab Pesawaran.

Camat Teluk Pandan, Edy Sutrisno, berharap atas terjadinya pungutan liar (pungli) tersebut jangan sampai ada lagi yang mencuat seperti ini. Kedepan, apabila sudah diberikan shift jangan sampai ada yang meminta uang.

” Jadi, masing-masing Tim bertanggung jawab, apabila terjadi sesuatu Tim itulah yang akan mempertanggungjawabkannya. Tolong dipantau dari masing-masing kordinator Tim,” pungkasnya. (RedPel/Sur).

Leave A Reply

Your email address will not be published.